DESA SUSUKAN KEC.SUSUKAN KAB. SEMARANG

: Jl. KH. Umar Imam Puro KM. 07 Susukan Kab. Semarang 50777 | : (0298) 615012 | : susukansusukan7@gmail.com

KEGIATAN PADAT KARYA TUNAI LAPANGAN DERESAN DESA SUSUKAN KEC.SUSUKAN KAB.SEMARANG

img

Di dalam sebuah desa sarana dan prasarana olahraga sangatlah diperlukan. Salah satunya adalah lapangan sepak bola. Di Desa Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang sebenarnya memiliki 2 lapangan. Lapangan tersebut berlokasi di Dusun Deresan dan Dusun Susukan. Namun Lapangan yang di Dsn. Susukan dialihfungsikan menjadi Alun-Alun Desa Susukan sebagai tempat muda mudi jaman sekarang. Sedangkan lapangan di Dsn. Deresan masih dalam proses penggarapan dan rencananya akan digunakan sebagai lapangan sepak bola dan juga untuk upacara 17 Agustusan. Namun juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain-lain, seperti pemuda-pemudi Desa Susukan yang ingin berjoging. Karena luas lapangan Dsn.Deresan untuk bermain sepakbola masih sisa, maka di sekeliling lapangan dibuatkan tempat untuk joging, toilet, dan juga tempat jualan. Proses penggarapan lapangan Dsn.Deresan yaitu melalui program PKT atau juga disebut Padat Karya Tunai.

Padat Karya Tunai merupakan program pemerintah berupa kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, khususnya yang miskin dan marginal, bersifat produktif yang mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk menambah pendapatan, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.[1]Berdasarkan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pengaturan desa bertujuan antara lain untuk memajukan perekonomian masyarakat desa, mengatasi kesenjangan pembangunan, serta memperkuat masyarakat desa sebagai subyek pembangunan.[2]

Selain melalui Dana Desa, pembangunan desa diharapkan dapat lebih cepat menyelesaikan persoalan-persoalan di desa terutama yang terkait dengan kemiskinan, stunting, pengangguran. Untuk itu, pelaksanaan program padat karya tunai di desa diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, mengurangi angka gizi buruk, mengurangi kemiskinan, menggerakkan ekonomi desa, serta mengembangkan kawasan pedesaan. Ada 2 (dua) hal yang menjadi sasaran program padat karya tunai, yaitu pembangunan infrastruktur dan peningkatan ekonomi masyarakat.[3] Pokok pelaksanaan program padat karya tunai di desa adalah penganggaran kegiatan-kegiatan yang bersifat padat karya (skema cash for work), yang diwajibkan untuk didanai dengan Dana Desa dalam APBDes.[4] (sumber : wikipedia)

Padat Karya Tunai Lapangan Deresan dilaksanakan pada Bulan Agustus selama beberapa hari. Tidak hanya masyarakat saja yang bekerja, perangkat desa Susukan beserta Kepala Desa juga ikut andil dalam penggarapan lapangan tersebut.

Proses pengerjaan lapangan ini sudah mencapai 50% dan diharapkan akan secepatnya selesai, sehingga bisa digunakan oleh masyarakat Desa Susukan.